Pandangan saya mengenai Qur’an dan Hadis

Latar belakang saya menulis artikel ini karena ingin memberi pandangan bahwa kita perlu nya keterbukaan dan desakralisasi terhadap isi hadis-hadis dan Qur’an,sehingga membuat pemeluk islam mayoritas  menjadi lebih bijak menghadapi perbedaan-perbedaan agama/aliran lain seperti kristen,hindu,budha,syiah,ahmadiyah,dll..Dan dengan menulis artikel ini juga sebagai rintihan saya kepada muslim awam yang sangat memberhalakan metafora maupun simbolitas  tanpa mengetahui filosofi, maksud dan tujuan simbolitas maupun metafora tersebut dibuat..

Secara definisi yang diketahui oleh muslim awam,definisi hadis adalah perkataan Rasullaloh SAW,yang disaksikan,didengar oleh sahabat,saudara,teman,bisa juga musuh Rasulloloh SAW kemudian ditulis/didokumentasi menjadi sebuah tulisan/karya.

Okey,dari definisi tsb kita perlu mengkaji bahwa Rasullaloh SAW berkata kepada seseorang pastinya tergantung kapasitas orang tersebut,kalau berkata sama anak kecil pastinya Rasullaloh SAW  menyesuaikan diri dengan berbahasa anak kecil,,kalau berkata sama orang bodoh pastinya Rasullaloh SAW  menyesuaikan diri dengan berbahasa yang dimengerti orang bodoh tersebut,begitu pula dengan musuh-musuh Beliau,dengan demikian boleh dikatakan bahwa hadis adalah Bahasa Gaulnya Rasullaloh SAW.Kenapa Beliau melakukan hal tersebut,agar tujuan perubahan revolusioner cepat tercapai,saat itu masyarakat di jazirah Arab lagi mengalami krisis moral (jahilliyah)..Bisa dikatakan juga Rasullaloh SAW adalah seorang yang flexible yang bisa menyesuaikan kondisi & lingkungan tempat Beliau berdakwah.

Dari Penjelasan yang saya uraikan di atas,maka itulah yang menyebabkan hadis ada yang shahih maupun tidak shahih karena perkataan Rasullalloh SAW yang mungkin bisa diterima oleh musuh beliau yang memang tujuannya menjelekkan Rasulloloh SAW seolah-olah Beliau itu tukang perang,tukang rampok dan menganjurkan berbuat jahat ,dan malahan banyak yang bertentangan dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan kadang-kadang banyak isi hadis yang katanya sahih tetapi malah bertentangan dengan saintis (ilmu pengetahuan)..Perlu diketahui juga bahwa penyusunan Hadist dibuat hampir 1 abad  atau bisa lebih dari waktu itu setelah Rasullaloh SAW wafat,maka keakuratan hadist perlu dipertanyakan/diteliti kembali juga dari segi waktu pembuatan/penulisan.

Dengan link ini,saya akan beri link yang mungkin bisa membuka wawasan tentang hadis :

http://wiseislam.blogspot.com/2012/03/prof-dr-muhibbin-hadis-palsu-dan-lemah.html

Setelah membuka link tersebut,anda bisa melihat bahwa Bukhari yang selama ini jadi rujukan hadis muslim mayoritas di dunia ternyata masih memiliki kekurangan,,

Saya menulis artikel ini, bukan berarti menyatakan bahwa semua hadis itu salah semua.Tetapi kita perlu lebih menyeleksi apakah hadis tersebut shahih apa tidak.Jangan ditelan mentah-mentah isi hadis tsb..misalnya tentang hadis tentang perjalanan isra & mi’raj yang terlalu dilebih-lebihkan  seperti tawar -menawar antara Rasulollah SAW dengan ALLAH  sembahyang wajib dari 50 kali menjadi 5 kali, itu menurut saya terlalu Hiperbola dan malah menjelekkan seolah-olah Rasulolloh SAW tak berdaya,dan seperti dagangan saja..Sebenarnya masih banyak contoh-contoh isi Hadis yang tidak shahih tetapi saya tidak akan membahas karena terlalu panjang bila ditulis,..Buat apa saya menulis kekurangan hadist,lebih baik berfokus kepada Al-Qur’an yang berfungsi sebagai pedoman hidup.

Menurut saya sebagai muslim,,Pedoman utama untuk menjalani hidup adalah Al-Qur’an,dan jadikan hadis sebagai bahan penambah informasi saja dan tetap perlu difilter/dikaji lagi,mengingat juga bahwa Hadis banyak juga yang dibuat oleh musuh-musuh Rasulolloh SAW..Lalu apakah Al-Qur’an itu 100 % benar ?ya 100 % benar tetapi kita perlu kepandaian dalam membaca dengan jeli dan mendetail,karena banyak ayat-ayat di Al-Qur’an yang bersifat perumpamaan (metafora) & ayat-ayat yang dimana ayat-ayat tersebut diturunkan disaat Rasullolloh SAW saat sedang perang (harus sesuai konteks)..Jadi perlunya kemampuan otak (akal) yang berlandaskan ketaqwaan untuk mengerti Al-Qur’an ,,istilahnya IQRO (BACALAH)

Oke kita lihat dalil-dalil Al-Quran sebagai berikut :

QS AL-QALAM ayat 44.

hadits,hadis

Hadits

Dari QS Al Qalam ayat 44 yang saya berikan di atas,bagi yang bisa membaca tulisan arab bisa diketahui bahwa definisi ‘Hadits’ adalah perkataan,,perkataan siapa ?? ternyata perkataan Al-Qur’an…Maka dapat disimpulkan bahwa definisi hadist sesungguhnya bukan perkataan Bukhari,Muslim,dll tetapi perkataan Al-Qur’an ..

QS Ibrahim ayat 52

petunjuk,pedoman

penjelasan yang sempurna bagi manusia

Dalam QS Ibrahim ayat 52,disitu menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia..Jadi tidak perlu pensakralan makna ayat-ayat Al-Qur’an yang boleh hanya “ulama-ulama” tafsir arab-arab,tetapi semua orang bisa menggunakan Al-Qur’an sebagai petunjuk/pedoman,dengan syarat kita menggunakan akal (agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran)..Pada dasarnya tidak ada manusia bodoh,tetapi orang itu kecerdasan tertutup oleh hijab akibat kefanatikan,malas,gengsi,sulit menerima informasi-informasi baru/kritikan dari orang/pihak lain..

Lalu kita diwajibkan membacakan Al-Qur’an  perlahan-lahan untuk mendapatkan pemahaman,mengacu pada QS Al-Isra ayat 106…

baca perlahan-lahan

baca perlahan-lahan

Lalu perintah baca Al-Qur’an dibaca  perlahan-lahan, juga terdapat di QS Al-Muzzamil ayat 4-5,sbagai berikut :

Al-Muzzamil ayat 4-5

Baca perlahan-perlahan

Al Qur’an memang menggunakan bahasa arab,karena Rasululloh SAW berasal dari saudi arabia,,kalau Rasululloh SAW berasal dari bahasa jawa maka menggunakan bahasa jawa hehehehe..Jadi yang tidak menguasai bahasa arab,mari kita menggunakan Al-Qur’an terjemahan bahasa indonesia yang sudah banyak beredar...Banyak muslim awam yang hanya mementingkan kemampuan membaca indah dan tepat sesuai tajwid terhadap tulisan arab yang di al-qur’an tetapi tanpa pernah mengkaji terjemahan dan makna yang terkandung dalam al-qur’an akibatnya muslim awam lebih mengarah kepada ke arab-arabnya ,bukan nilai essensial ajaran islamnya ..Hal ini menyebabkan kita sering melihat ada banyak orang-orang yang jago baca tajwid tulisan  arab tetapi perilakunya bejat (korupsi,tukang kafir-kafirin orang,dll),,dan malah ada orang yang tidak pernah khatam baca tulisan arab di Al-Qur’an dan bodoh dalam baca tajwid  tulisan  arab  tetapi perilakunya penuh nilai ketakwaan..

Dan saya ingin mempertegas lagi dengan dalil  di QS Al-Imran ayat 185, bahwa hak-hak memaknai ayat-ayat Al-Qur’an Tidak hanya dimiliki ‘ulama-ulama‘ yang katanya ahli tafsir,tetapi semua orang yang berakal bisa memaknai ayat-ayat Al-Qur’an asalkan maknanya harus berlandaskan nilai ketaqwaan..

petunjuk,penjelasan

Al-Imran ayat 185

Dalam QS Al-Imran ayat 185,kita bisa lihat kalimat ini “Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu “,dari kalimat itu saja membuktikan bahwa Qur’an sudah cukup jadi pedoman hidup,,dan baiknya kitab-kitab Hadis-Hadis ciptaan Bukhari,Muslim,Anas,dll adalah sebuah karya seni dari sudut pandang mereka tetapi karya-karya mereka jangan dijadikan sebuah pedoman hidup cukup dijadikan bacaan untuk menggambarkan kehidupan di arab waktu dahulu..

Lalu,saya ingin mencurahkan hati saya yang terdalam tentang pandangan muslim awam dan mungkin islam garis keras tentang definisi kafir yang dilabelkan pada pemeluk agama lain selain islam dan aliran-aliran lain yang bukan ahli sunah wal jamaah (ngakunya gitu)..Memang di dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang melabelkan kafir pada pemeluk agama lain dan bersifat keras terhadap kafir tersebut,tetapi di sisi lain ada ayat-ayat yang membenarkan agama-agama terdahulu,,lalu mana yang benar ? penjelasan-penjelasan dan pandangan saya mengenai ini akan saya jelaskan dibawah,,ini sekalian saya juga akan mengubah pandangan bahwa agama islam adalah agama teroris yang seperti dituduhkan oleh pemeluk fanatik agama non islam.Dan dengan ini pula kita bisa hidup dengan damai walaupun agama/aliran/kepercayaan beragam …

Dibawah ini saya akan menuliskan dalil-dalil dari Qur’an,yang seolah-olah agama islam itu keras padahal ayat-ayat tersebut harus dipahami secara luas

QS Al-Imran ayat 19

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya (QS Ali Imran [3]: 19).

Maksud  ayat al-imran ayat 19 tersebut bukan secara sempit bahwa agama yang diridhai cuma agama yang dibawa Rasulloloh Muhammad SAW Bin Abdulloh,,tetapi harus secara dimaknai secara luas Islam itu bermakna totalitas penyerahan diri (taslim) tanpa reserved dan tedeng aling-aling di hadapan Tuhan dan orang yang berserah diri (muslim) tanpa peduli agama/alirannya apa.Jadi tidak peduli agama/kepercayaan yang kamu anut sekarang yaitu yahudi,nasrani,hindu,budha ataupun kepercayaan/aliran lainnya harus berserah diri kepada Tuhan,dan agama apapun yang dianut harus bisa membuat orang itu bertakwa…karena orang yang paling mulia dihadapan Allah adalah manusia yang bertakwa..

QS at taubah ayat 5

Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu , maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan . Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

Maksud dari ayat ini adalah bukan membunuh orang yang berlainan kepercayaan/agama/aliran selain islam,kita perlu melihat konteksnya kenapa ayat ini dikeluarkan ?Sudah jelas dari ayat di atas bahwa mereka yang harus diperangi adalah orang-orang kejam & zolim  yang memerangi pengikut Rasulullah SAW. Ketika zaman itu Mereka kaum musyrikin telah menyakiti pengikut Rasulullah SAW dan mengusir orang-orang islam dari kampung halaman mereka..(Sejarah tentang detail ini silahkan cari di google

sebenarnya masih banyak ayat-ayat lain yang harus dipahami secara kontekstual yang dalam ,,tetapi cukup 2 saja lah dulu,..jadi anda sebaiknya yang sering menghina agama islam sebaiknya menggunakan akal yang berlandaskan ketaqwaan..

Dan inilah,mengapa ajaran islam sangat toleran terhadap agama,aliran,kepercayaan lain seperti Dalil-dalil Qur’an dibawah ini:

QS Al-Maida ayat 69

Al-maida,toleransi,

QS Al-Maida ayat 69

QS Al-Maida ayat 48

toleransi,membenarkan, kitab terdahulu

QS Al-maida ayat 48

Dengan 2 dalil Qur’an yang saya berikan di atas dapat disimpulkan bahwa Allah bisa saja menjadikan 1 umat saja,Tetapi Allah menjamin tiap umat-umat agama/aliran lain diberi aturan dan jalan yang terang dan Allah menyuruh untuk berlomba-lomba berbuat kebajikan dan tak peduli agama/aliran manapun kamu,orang yang paling mulia di mata Allah adalah orang yang bertaqwa..

Oke,Saya akan membahas curhatan saya mengenai banyaknya mayoritas muslim yang menuduh kitab-kitab injil banyak yang dipalsukan sehingga tidak usah dipercaya..Mari kita bahas dulu apakah Al-Qur’an sekarang perlu direvisi ??? secara isi emang tidak perlu direvisi tetapi kita perlu merevisi urutan-urutan ayat maupun surat-suratnya.contoh nya begini : Mengapa Surat Al-fatihah ditaruh di paling awal padahal wahyu pertama Rasulloloh SAW adalah Surat Al-alaq ?,,lalu dari soal urutan dan kodefikasi mari kita lihat link yang saya berikan dibawah ini :

http://www.answering-islam.org/Bahasa/Quran/kenapa_urutan_AQ_kacaubalau.html

Link di atas silahkan dibaca,link tersebut menjelaskan contoh-contoh ayat al Qur’an yang tidak urut..Lalu bagaimana kita pemeluk agama islam menyikapi hal tersebut  ?? Kita perlu memahami dulu bahwa sesungguhnya wahyu Allah yang diberikan ke Rasulluloh SAW itu berupa petunjuk dan tidak tertulis dan sahabat-sahabat nya Rasulluloh SAW yang menuliskan wahyu-wahyu tsb kembali,perlu diketahui juga penulisan-penulisan wahyu tersebut dilakukan oleh beberapa sahabat terpisah-terpisah,misalnya ayat ke 1 ditulis oleh sahabat A sedangkan ayat ke 2 ditulis oleh sahabat B,padahal sahabat A dan B tempat tinggalnya bisa berpuluh sampai beratus-beratus kilometer jadi otomatis wajar bila ada kekurangan Kitab dalam hal urutan ayat..Dalam kasus ini kita perlu mengetahui juga bahwa Kitab zabur yang konon dimiliki oleh Nabi Daud,tidak pernah dituliskan,tidak ada sejarah manapun yang menuliskan/mendokumentasikannya ..Jadi poin penting yang saya utarakan disini,kita perlu memahami dan menghayati secara dalam-dalam bahwa kita perlu menggali Al-Qur’an yang berada dalam dada setiap manusia (Al-Qur’an basah)  itulah yang paling sempurna,Kalau bagi pemeluk agama kristen maka bisa disebut juga (injil basah),begitu pula bagi pemeluk agama lain maka carilah alkitab basah yang sudah diberikan kepada Rasul-rasul mereka..Untuk mencapai pemahaman & petunjuk murni yang berada  di Al-Qur’an basah maka kita perlu pelajari dulu Al-Qur’an kering yang kita kenal saat ini,,Sesuai dalil di Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 2-6 yang menjelaskan bagaimana cara mendapat petunjuk yang berasal dari Al-Qur’an basah

Dibawah ini QS Al-Baqarah ayat 2-6 ,,,

Al Baqarah Ayat 2 : Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
Al Baqarah Ayat 3 : (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka,
Al Baqarah Ayat 4 : dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.
Al Baqarah Ayat 5 : Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

Kita harus menjadi manusia bertakwa untuk dapat pemahaman,petunjuk Al-Qur’an yang sejati (Al-Qur’an basah),yaitu Al-Qur’an yang berada dalam dada manusia pemeluk agama islam,sesuai QS Al-Baqarah ayat 2-6.

Dari penjelasan saya diatas yang panjang & lebar,saya ingin menyampaikan juga bahwa saat zaman dulu di era klasik banyak  “ulama-ulama” tafsir Qur’an yang hasil tafsirannya yang memuat arus & ideologi kelompok tertentu..walaupun saya kurang setuju istilah tafsir-menafsir Al-Qur’an  sesuai QS Al-Imran ayat 185,seperti yang sudah saya jelaskan diatas…….Wajib diketahui bahwa AL-Qur’an sendiri itu teks suci yang banyak sekali mengandung simbolis-metaforis,karena itu makna yang di dalam Al-Qur’an itu sangat padat dan dalam,,karena ‘ulama-ulama’ tafsir terdahulu saat itu memaknai berdasarkan arus & ideologi kelompok tertentu maka hasil karya mereka cenderung mengabaikan kedalaman simbol & metafora makna yang terkandung dalam al-Qur’an.Kita tidak boleh mengklaim makna versi yang mana yang paling benar,dan bicara soal Al-Qur’an yang bersifat universal yang artinya Al-Qur’an harus bisa mengayomi kepada semua manusia tanpa membedakan suku,agama,maupun aliran ..Al-Qur’an itu bersifat teks terbuka untuk dimaknai,tidak ada makna yang tunggal ortodoks bersifat tunggal &  kaku..Saat ini zaman ini Kita tidak bisa menghindari macam-macam pemahaman-pemahaman tentang teks Al-Qur’an karena memang dinamika kehidupan manusia,,Apapun macam-macam pemahaman tentang Al-Qur’an wajib harus sesuai dengan nilai-nilai ketaqwaan yang sering dikatakan dalam Al-Qur’an.

Pemahaman-pemahaman seseorang tentang Al-Qur’an itu asalnya dari Allah,jadi kita tidak boleh menghakimi pemahaman kita paling benar..Sesuai QS Al-Qiyama 16-19

pemahaman,makna,Al-Qur'an

isi QS Al-Qiyama 16-17

penjelasa,makna,pemahaman,Al-Qur'an

isi QS Al-Qiyama 18-19

Ya kita wajib mengetahui bahwa Al-Quran yang berada di dalam dada (Al-Qur’an basah) diberikan oleh Allah kepada setiap manusia yang dikehendaki oleh Allah,,dan kita hanya bisa berlomba-lomba dalam ketaqwaan dan kebajikan untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk tsb,dan setelah itu kita mengikuti petunjuk-petunjuk tersebut akan mendapatkan penjelasan-penjelasan tersebut dari Allah sehingga kita jadi pandai..Saya pun saat ini berusaha mendapatkan Al-Quran basah tersebut dan pastinya bila kita mendapatkan petunjuk-petunjuk tsb maka tidak ada rasa khawatir & sedih dalam menjalani hidup ini,hidup yang indah,tenang,dan damai……

Demikian akhir dari tulisan ini,Saya memang bukan ‘ulama-ulama’ tafsir Qur’an,tetapi saya ini sekedar memberikan pandangan  saja tentang Qur’an dan hadist..Terserah anda menyetujui pandangan saya atau tidak,itu hak sesorang dan perbedaan-perbedaan pandangan itu biar Allah sendiri yang menilai..Perbedaan pandangan selalu ada dan kita ga boleh menggunakan nafsu untuk menghakimi pandangan satu dengan yang lain,malahan kita disuruh berlomba-lomba dalam kebajikan untuk menyikapi perbedaan pandangan tersebut..Semoga tulisan saya yang singkat ini bisa menambah wawasan bagi yang baca,,dan saya mengharapkan sekali orang yang membaca tulisan saya ini bisa ‘open minded’…Saya sadar selalu ada pro dan kontra terhadap sesuatu apapun, maka saya memaklumi bila ada yang bilang saya kafir..hehehe,,,,,,Dan pastinya yang berkata seperti itu bisa saya simpulkan belum paham tujuan baik saya,yang ingin menciptakan kesejukan,kemudahan & kedamaian dalam memahami islam..

Sahabatmu,

Satyo

About satyotito

saya pernah kuliah di Universitas Diponegoro jurusan Teknik kimia angkatan 2004 ..... dengan adanya blog ini,saya ingin berbagi pandangan dan pengetahuan dari diri saya....siapa tau bermanfaat untuk teman-teman yang membaca
This entry was posted in Ruhani islam and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Pandangan saya mengenai Qur’an dan Hadis

  1. Pingback: Memahami Puasa Secara Luas | tulisantulisansatyo

  2. Pingback: Sikap Bijak Menghadapi Situs Faithfreedom | tulisantulisansatyo

  3. satyotito says:

    Ya sebelumnya terima kasih sudah membaca tulisan saya,,ya hak anda untuk tidak menyetujui pandangan saya.Saya menghargai perbedaan tersebut

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s