Memahami Ketakwaan Sesungguhnya

ketaqwaan
pengertian ketaqwaan

Latar belakang menulis ini artikel ini karena banyak muslim yang belum mengerti apa itu ketaqwaan sesungguhnya,Jadi dalam pikiran muslim kebanyakan bahwa yang dimaksud dengan ketakwaan adalah rajin sembahyang 5 waktu,puasa full 30 hari di bulan ramadhan,sholat dhuha,sholat tahajjud,dsb .Tahukah kamu bahwa ibadah-ibadah yang saya sebutkan tadi semua sebenarnya masih belum menjelaskan definisi ketakwaan …Jadi apa itu ketaqwaan? Saya akan membahas definisi ketaqwaan sesuai ayat-ayat Al-Qur’an ,karena Al-Qur’an itu wahyu-wahyu dari Allah secara langsung.

Perlu kamu ketahui,definisi ketaqwaan dijelaskan dalam Surat Ali Imran ayat 133-136 sebagai berikut :

[133] Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

[134] (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

[135] Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah Subhanahu Wa Ta’ala? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui..

[136] Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.

Lalu dijelaskan lagi secara detail tentang definisi ketaqwaan,dalam surat Al Baqarah ayat 177 :

[177] Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

Dari surat Al imran ayat 133-136,, maka definisi orang yang bertakwa adalah orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit, yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang,dan yang selalu memohon ampun kepada Allah apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, dan tidak meneruskan perbuatan kejinya itu..

Perlu diketahui mendirikan shalat bukan berarti mengerjakan sembahayang 5 waktu  tetapi lebih kepada mengingat Allah (zikir) sepanjang waktu yang tidak terikat oleh waktu,dan menjaga ucapan,telinga,hidung,mata dari hal-hal yang tidak baik yang menyakiti diri sendiri  maupun manusia lain…

Jadi sembahyang 5 waktu,puasa 30 hari di bulan ramadhan itu bukan mencerminkan/menjelaskan definisi ketakwaan.Jadi tidak sepantasnya kamu menyombongkan diri karena rajin sembahyang,puasa 30 hari di bulan ramadhan dan memandang rendah hina kepada orang yang terlihat tidak rajin beribadah..Karena itu belum menunjukkan kamu bertakwa,dan kamu perlu tahu bahwa orang yang mulia di sisi Allah adalah orang yang bertakwa seperti tertulis dalam Al Qur’an surat Al-Hujraat ayat 13.

Dalam surat Al-Hujraat ayat 13 ,bahwa orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang bertakwa..berikut bunyi surat Al-Hujraat ayat 13 :

(13) Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.  Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal..

Lalu kamu mungkin bertanya apa gunanya rajin sembahyang 5 waktu,puasa 30 hari di bulan ramadhan,sedangkan yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang bertakwa ???…

kita lihat surat Al-Baqarah ayat 21 :

(21) Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa

kita lihat surat Al-Baqarah ayat 183 :

(183) Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana “diwajibkan”
atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

Saya memberi tanda kutip “diwajibkan”,,Sebenarnya  pada  surat al Baqarah ayat 183,  yang berbunyi  : “Yaa ayyuhal ladziina aamanuu kutiba ‘alaikumush shiyaamu kamaa kutiba ‘alal ladziina min qablikum la’allakum tattaqquun”…..kata” kutiba” secara arti terjemahan bahasa arab bukan diwajibkan melainkan dituliskan,saya mungkin belum bisa memberi referensi yang mendetail  tentang pernyataan bahwa arti ” kutiba” sebenarnya “dituliskan” tetapi yang ahli tafsir mengubahnya menjadi “diwajibkan”,dibawah ini saya akan memberi link yang menjelaskan bahwa “kutiba” artinya bukan diwajibkan   :

http://nining-aidil.blogspot.com/2012/07/tausiyah-tarawih-masjid-raya-bani-umar.html

http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/08/07/puasa-itu-bukan-fardhu-tetapi-kutiba-386235.html

Pendapat saya pribadi tentang puasa ramadhan sebenarnya sah-sah saja muslim tidak berpuasa bila dia sudah ikhlas secara pikiran,hati,tindakan yang menunjukkan orang bertakwa sesuai Surat Ali Imran ayat 133-136 …Bila merasa belum bertindak ketaqwaan secara ikhlas pikiran,hati,tindakan maka islam menawarkan metode puasa ramadhan..Ibarat ketaqwaan adlah sebuah ganjaran/gaji akibat melakukan kerja (puasa ramadhan)..Sebaiknya kamu yang rajin puasa di bulan ramadhan tidak usah menyombongkan diri atau mengkafirkan orang yang tidak berpuasa saat bulan ramadhan. Haaaaaaah setelah melihat tulisan saya ini pasti kalian menganggap ku bid’ah dan kafir ,Aku tidak peduli,mungkin kamu memang lebih baik dari ku soal ketaqwaan…Toh seberapa pun banyak isi kandungan/pedoman Al-Quran toh ternyata orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang bertakwa,bukan orang yang rajin ritual (sembahyang,puasa,pergi haji,dll).Justru di bulan ramadhan yang penuh berkah itu muslim2 berlomba menafkahkan sebagian hartanya untuk memberi zakat atau berlomba-lomba dalam kebajikan..Saya juga ingin menunjukkan bahwa Islam adalah agama flexible bukan agama yang kaku,,coba bayangkan muslim yang hidup di negara subtropis saat menjalani bulan ramadhan di musim panas dimana waktu siang hari lebih dari 14  jam,, gimana beratnya apabila muslim tersebut melakukan puasa ??..Daripada puasa mending kan bayar fidyah,,karena dalam fidyah terdapat unsur2 ciri2 orang bertaqwa yaitu menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit,dan itu juga buat menjaga kesehatan muslim tersebut,,Oooh betapa flexiblenya agama islam,,bukan kaku seperti yang dibayangkan orang-orang awam..

Saya bukan berarti tidak setuju adanya kegiatan ritual-ritual ibadah,,Ritual-ritual ibadah tetap wajib dilakukan muslim untuk menjaga/menstabilkan ketaqwaan.Cara-cara ritual bisa bebas,karena ritual itu bersifat pribadi …Jangan lah kamu mempermasalah ritual2 orang !!!..Ritual yang paling baik yaitu mengingat Allah (Zikir) yang bisa diwujudkan salah satunya dengan sembahyang 5 waktu,atau zikir yang tidak terbatas waktu baik sambil berdiri maupun berbaring,,zikir selain bisa meningkatkan ketaqwaan berfungsi juga mententramkan hati yang galau,khawatir dan sedih .Berikut ini adalah perintah zikir dalam Al-Qur’an :

Surat Al Ra’d ayat 28 :

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Surat al ankabut ayat 45 :

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya, mengingat Allah  adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan..

Begitu  kesimpulan saya tentang ketaqwaan semoga kita menjadi manusia yang bertaqwa,bukan manusia yang tampak rajin ibadah tetapi penuh dengan kebusukan…Semoga dengan membaca tulisanku ini sahabat-sahabatku bisa mengerti bahwa islam adalah agama yg cinta & damai tidak memberatkan pengikutnya..Dan menurut saya yang beragama bukan islam tetaplah sama jika mereka memiliki ketaqwaan yang kuat…..Bukankah kristen,islam,hindu,budha,dsb yang membedakan adalah ritual/ibadahnya saja selebihnya tujuannya sama yaitu Tuhan

Sahabatmu,

Satyo

About satyotito

saya pernah kuliah di Universitas Diponegoro jurusan Teknik kimia angkatan 2004 ..... dengan adanya blog ini,saya ingin berbagi pandangan dan pengetahuan dari diri saya....siapa tau bermanfaat untuk teman-teman yang membaca
This entry was posted in Ruhani islam and tagged , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Memahami Ketakwaan Sesungguhnya

  1. Pingback: Pandangan saya mengenai Qur’an dan Hadis | tulisantulisansatyo

  2. Pingback: Persepsi sebenarnya tentang kata “Muhammad” dan penjelasannya | tulisantulisansatyo

  3. Pingback: Memahami Puasa Secara Luas | tulisantulisansatyo

  4. Pingback: Sikap Bijak Menghadapi Situs Faithfreedom | tulisantulisansatyo

  5. Pingback: Apakah Islam Agama Paling Sempurna ?? | tulisantulisansatyo

  6. Pingback: Pelabelan, dan Penyeragaman,Pemurnian Agama Harus Ditiadakan | tulisantulisansatyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s