Pelabelan, dan Penyeragaman,Pemurnian Agama Harus Ditiadakan

Pada dasarnya pelabelan dan penyeragaman agama pada seseorang  harus ditiadakan,pelabelan dan penyeragaman agama pada seseorang justru menghambat perkembangan pengetahuan,spiritual,cita-cita dsb.Karena dalam pelabelan dan penyeragaman agama terdapat unsur fanatisme,dimana fanatisme bersifat menutup diri dan membuat seseorang jadi membatasi diri dalam segala hal apapun,padahal ini semua sangat bertentangan dengan sifat alami manusia yang mempunyai keinginan tidak terbatas.Pelabelan dan penyeragaman agama pada seseorang justru sering menimbulkan perselisihan, dari perang verbal kata-kata dengan saling klaim paling mulia/paling sempurna dan tuduh-menuduh kafir hingga perang/kekerasan fisik akibat pelabelan dan penyeragaman agama..Maka dari hal-hal yang saya sebutkan tadi pelabelan/penyeragaman agama banyak mudharat/ruginya..

Menurut saya secara pribadi,Agama mempunyai definisi sebuah ajaran pedoman-petunjuk dan penjelasan bagaimana manusia bisa mendekatkan diri kepada Tuhan beserta ritual-ritualnya,dengan dekatnya manusia kepada Tuhan pastilah manusia itu mempunyai kasih sayang kepada diri sendiri dan kepada manusia lainnya,,sehingga bila sudah bisa berkasih sayang dari diri sendiri lalu kepada manusia lainnya maka keberartian hidup pun meningkat,keberartian hidup meningkat maka menjalani hidup bisa tanpa khawatir dan tanpa bersedih hati (Depresi dan stress)……. agama-agama yang ada saat ini sebenarnya tidak bersifat mengikat manusia yang artinya agama tidak membuat manusia menjadi bergolong-golongan,agama itu hanya  berbeda tempat, zaman tersebarnya, cara penyampaian dan ritualnya saja karena tujuannya sama mendekatkan diri kepada Tuhan.Mengapa kita harus berkelahi saling tuduh-menuduh kafir dan saling klaim-mengklaim paling sempurna /mulia ?…Untuk mendalami dan menghayati kalimat agama hanya berbeda tempat,zaman penyebaran, cara ritual-ritual dan penyampaiannya saja ,anda bolehlah sekali-kali berpetualang dengan mengikuti ritual-ritual agama lain yang bukan anda ‘peluk’ saat ini..Misalnya anda adalah ‘muslim’,maka bolehlah sekali-kali untuk ikut ibadah ke Gereja,Wihara,Pura,dll.Pastilah akan ditarik kesimpulan bahwa semua agama mengajarkan berkasih sayang dan cara mendekatkan diri kepada Tuhan  berikut istilah manusia-manusia yang sudah manunggal dengan Tuhan menurut berbagai agama/ajaran :

Agama Hindu : Krishna (Perwujudan manusia-manusia yang sudah menyatu dengan Tuhan)

Agama Buddha : Buddha (manusia-manusia yang sudah menemukan sejati dirinya yang sudah menyatu dengan Tuhan)

Agama Nasrani : Yesus/Al-Masih ( manusia-manusia yang sudah bersatu dengan Tuhan yang digambarkan/diibaratkan seperti Anak Tuhan)

Agama Islam : Muhammad (manusia-manusia yang sudah bersatu dengan Tuhan yang digambarkan/diibaratkan seperti Kekasih Tuhan)

Jadi dari istilah-istilah lain diatas,kita bisa menyimpulkan bahwa semua agama/ajaran kalau dipelajari secara mendalam maka bisa dibilang semua agama mengandung kebenaran ,hanya  berbeda tempat, zaman tersebarnya cara penyampaian dan ritualnya saja karena tujuannya sama mendekatkan diri kepada Tuhan dan berkasih sayang.

Apakah anda tidak berani melakukan saran saya untuk mengikuti ritual-ritual agama lain  karena takut dosa ?? Menurut saya, itu tidak dosa di mata  Tuhan karena tujuannya memahami & mendalami spiritual Ketuhanan,dan itu sama sekali tidak menyimpang dari nilai-nilai ketakwaan,yah mungkin hanya dosa dimata ‘muslim’ lain yang belum mengerti tujuan mulia anda sebenarnya..Bukankah Kanjeng Nabi SAW juga menggunakan ritual-ritual nasrani,sbelum menjadi Muhammad ,atau sebelum menemukan sebuah ajaran/agama yang kita kenal saat ini yaitu ‘Islam’ yang lebih cocok untuk zaman saat itu,dimana syair dan puisi begitu dominan di jazirah arab..Dan Pastinya kanjeng Nabi SAW tidak mengizinkan dan tidak merestui untuk menjadi manusia yang bergolong-golongan dan menutup diri (eksklusif) merasa paling mulia tanpa pernah mau belajar dan mengikuti perkembangan zaman agar menjadi lebih maju..

Setelah panjang lebar membahas definisi agama yang pada hakikatnya agama-agama di dunia itu sama saja..maka saya kali ini akan fokus kepada tidak perlunya penyeragaman agama..Kita bisa melihat bahwa saat ini di Indonesia sering terjadi kasus diskriminasi/penyerangan terhadap pemeluk islam syiah,ahmadiyah oleh pemeluk islam sunni (ahlu Sunnah Wal Jamaah) yang menjadi mayoritas di Indonesia.Berikut ini saya sajikan tampilan foto-foto diskriminasi terhadap pemeluk islam syiah dan ahmadiyah di Indonesia :

Diskriminasi,Penyeragaman

Pembubaran Ahmadiyah

 

Diskriminasi,Kekerasan,Ahmadiyah

Diskriminasi Ahmadiyah

 

Diskriminasi

Diskriminasi Syiah

Setelah  melihat tampilan foto-foto di atas,kita bisa lihat betapa kurang pahamnya/kurang kasih sayangnya orang -orang yang menyerang pemeluk ahmadiyah dan syiah,lalu mereka serta mengklaim islam sunni,islam wahabbi adalah  islam yang paling mulia/paling benar dan yang di luar islam sunni tidak boleh mengaku islam karena di luar islam sunni adalah bukan islam atau boleh dibilang islam kafir atau islam sesat…Ya begitulah pemikiran rata-rata ‘muslim’ di Indonesia terhadap  syiah maupun Ahmadiyah..

Kita bisa mengetahui dari fenomena penyerangan Ahmadiyah maupun Syiah,bahwa sebenarnya sebuah ajaran/agama terutama agama/ajaran islam mempunyai cabang-cabang /aliran-aliran/mahzab-mahzab yang sangat banyak..Anda boleh melihat link  yang saya berikan dibawah ini :

http://ms.wikipedia.org/wiki/Cabang_dan_mazhab_Islam

islam,aliran islam

Berbagai macam aliran di ajaran islam

 

Dari contoh agama islam saja,kita bisa lihat banyak aliran dan cabang mahzab,belum lagi aliran dan cabang  di ajaran/agama nasrani,hindu,budha,dll..Oleh karena banyaknya cabang/aliran suatu ajaran/agama maka usaha untuk penyeragaman agama selalu menimbulkan konflik ..Salah satu bentuk penyeragaman yang terjadi di Indonesia adalah adanya Kolom Agama di KTP (Kartu Tanda Penduduk)..Kita tahu bahwa agama yang diakui di Indonesia ada 5 :Islam,Hindu,Buddha,Katolik,Protestan..Lalu bagaimana nasib pemeluk islam Ahmadiyah,Syiah ??Padahal mereka tidak pernah diakui sebagai Islam oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan didukung oleh ketidaktegasan sikap pemerintah Indonesia untuk melindungi pemeluk syiah maupun ahmadiyah…Akhirnya penyeragaman agama disalahgunakan oleh oknum/kelompok tertentu yang merasa paling mulia dan berjumlah mayoritas untuk menindas kelompok minoritas..Makanya untuk menghindari konflik-konflik tersebut penghapusan kolom agama di KTP perlu dilaksanakan secepatnya..Kita sudah tertinggal jauh baik teknologi,pengetahuan dengan negara-negara yang sudah menghapus pelabelan dan penyeragaman agama..

Lalu kita bisa melihat selain cabang dan aliran di agama/ajaran ,ada juga tingkat-tingkat spiritualitas,pemahaman dalam menjalani ajaran/agama..Tingkatan-tingkatan itu adalah syariat,tarikat,hakikat,dan makrifat..tingkatan-tingkatan itu menurut Saya,berlaku untuk ajaran/agama apapun.Yang jelas setiap tingkatan tingkatan itu pasti berbeda pandangan misalnya saja dalam hal mengenai ibadah.Oleh karena berbeda pandangan,maka sangat sulit untuk menyeragamkan agama/ajaran,dan sering terjadi konflik pemahaman/pandangan dimana tingkat makrifat,hakikat sering berbeda jauh dengan tingkat syariat,tarikat..Bila anda ‘muslim’ pastilah anda pernah dengar cerita Khidir yang bertemu dengan Nabi Musa AS,dimana Musa memandang Khidir sangat kejam tetapi Khidir punya maksud-maksud tertentu yang baik yang sudah sesuai kehendak Allah,,Kita bisa menyimak cerita Khidir dan Musa tersebut di QS al Kahfi ayat 65-82.…itu hanya sekelumit contoh perbedaan pandangan dan sebuah konflik dimana Musa AS saat itu masih berlevel syariat/tarikat ,dan Khidir sudah berlevel hakikat/makrifat….Okelah,saya akan beri contoh juga bagaimana konflik perbedaan sudut pandang/pemahaman tentang puasa ramadhan dari tingkat syariat,tarikat,hakikat, & makrifat ..saya akan uraikan di bawah ini (belum tentu benar ya) :

Puasa ramadhan menurut orang syariat : menahan lapar,dahaga,sex,dari waktu subuh sampai maghrib agar dapat pahala di bulan ramadhan,dan menghindari siksa neraka..

Puasa ramadhan menurut orang tarikat : melakukan sebuah laku yang harus dijalani untuk mengolah/menghayati rasa,tidak fokus  mencari pahala di bulan ramadhan,dan jalani laku bukan karena takut neraka

Puasa ramadhan menurut orang hakikat : mengerti rasa menjadi orang yang tidak punya apa-apa,fakir/miskin..sehingga timbulah kehendak untuk berzakat di bulan ramadhan.Neraka itu adalah kikir atau keserakahan

 Puasa ramadhan menurut orang makrifat : puasa itu sejatinya prihatin,tetap ingat kepada Allah dan selalu menjaga kesucian pikiran,raga,rasa dari angkara murka,dengki,sombong,kikir..Makan dan minum siang hari di bulan ramadhan ya boleh saja,yang paling utama di bulan ramadhan adalah zakatnya..Puasa ramadhan adalah zakat sebesar-besarnya tanpa rasa khawatir,karena semua milik Allah.

Dari penjelasan diatas mengenai perbedaan sudut pandang puasa ramadhan saja,maka jelaslah hakikat,dan makrifat sudah mengerti poin penting di bulan ramadhan adalah zakatnya,bukan “puasa”nya,,biasanya mereka yang masih di level spiritual syariat paling bawah biasanya kesombongannya tinggi dan sering memaki,menghardik,melabelkan kafir kepada “muslim” yang tidak melakukan ‘puasa’ di bulan ramadhan…Maka itu sungguh kurang bijaksana sekali bila ada yang ingin menyeragamkan/memurnikan agama,karena pada dasarnya setiap orang/aliran/tingkat punya perbedaan pandangan terhadap isi-isi kandungan agama..Lebih parah lagi bila ada yang ingin mendirikan negara khalifah islam,pastilah negara itu memaksa warga negaranya untuk menjadi seragam sesuai pemahaman islam yang masih level bawah,atau pemahaman level syariat yang  mereka kuasai ..Akibat dari pemahaman yang masih dangkal tentang islam dan diterapkan dalam sistem kenegaraan,maka pastinya merugikan semua dan kurang bisa menghargai adanya perbedaan wlaupun perbedaan pandangan tersebut terjadi antar sesama pemeluk agama islam..

Pelabelan dan penyeragaman agama yang didukung oleh negara,sering merugikan  warga negara yang ingin menikah dengan seseorang tetapi berbeda agama..Padahal nikah beda agama,menurut saya wajar ,Ibarat nya saja agama itu selera makan,selera makan yang berbeda antar calon pasangan tetapi gagal nikah karena beda selera makan..Kita bisa lihat dari sejarah bahwa Brawijaya V (Raja terakhir Majapahit ) menikah dengan Putri Campha dimana Brawijaya V beragama Hindu ,sementara Putri Campha beragama Islam dan hasil pernikahan mereka dikaruniai anak yang kelak menjadi raja Demak (kerajaan islam)  yaitu Raden Fatah ..Sebenarnya masih banyak contoh lagi,pernikahan beda agama pada tokoh-tokoh terkenal lainnya yang dilahirkan dari perbedaan agama yang tidak dipersulit.

Oke,saya akan menuliskan sajak dari Jalaludin Rumi tentang agama ,berikut ini sajaknya :

Aku bukanlah orang Nasrani,Aku bukanlah orang Yahudi,Aku bukanlah orang Majusi,dan Aku bukanlah orang Islam.Keluarlah,lampaui gagasan sempitmu tentang benar dan salah.Sehingga kita dapat bertemu pada “suatu ruang murni”tanpa dibatasi berbagai prasangka atau pikiran yang gelisah.

Jadi dari penjelasan-penjelasan yang saya berikan,pastinya dalam setiap agama (bukan islam) saja,saya yakin masing-masing agama punya pemeluk yang punya tingkatan yang berbeda dan bervariasi.Alangkah bijaknya bila pelabelan dan penyeregaman agama ditiadakan,dan semuanya tidak merasa paling sempurna/paling mulia antar sesama ajaran.biarlah perbedaan-perbedaan itu menjadi indah..Biarlah kolom agama di KTP ditiadakan..Ah sudah lah mari hilangkan kata agama,kita ganti ajaran..Bukankah kita masih bisa ber-Tuhan tanpa label agama ??saya rasa bisa saja..

 

Sahabatmu,

 

Satyo

 

 

About satyotito

saya pernah kuliah di Universitas Diponegoro jurusan Teknik kimia angkatan 2004 ..... dengan adanya blog ini,saya ingin berbagi pandangan dan pengetahuan dari diri saya....siapa tau bermanfaat untuk teman-teman yang membaca
This entry was posted in Pribadi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Pelabelan, dan Penyeragaman,Pemurnian Agama Harus Ditiadakan

  1. Hilmi says:

    Kak, hitam sama putih beda gak?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s