Mengenal Aspal Alam di Pulau Buton (2)

Di tulisan saya sebelumnya Mengenal Aspal Alam di Pulau Buton (1),saya membahas potensi sumber daya alam  yang dimiliki Indonesia yaitu aspal alam di Pulau Buton yang dimana bisa menutupi defisit kebutuhan aspal ,dimana kebutuhan aspal yang sangat tinggi karena pemeliharaan dan peningkatan jalan aspal di Indonesia sangat tinggi yang saat ini kebutuhan material aspal mencapai 1.300.000 ton pertahun, sementara aspal minyak hasil produksi Pertamina dewasa ini hanya mencapai 600.000 ton pertahun.

Di tulisan saya kali ini,saya akan membahas bagaimana proses tahap pertama atau bisa disebut langkah awal untuk mengolah aspal buton yang masih fresh dari tambang.Kita perlu mengetahui dulu bahwa aspal buton itu mengandung bitumen 70 %,tetapi banyak pengotor seperti kapur (CaCO3) yang melekat sehingga kita perlu menghilangkan pengotor-pengotor tersebut untuk mendapatkan bitumen secara maksimal .

Saya yang saat ini bekerja di Pabrik pengolahan aspal buton  di PT Aston Adhi Jaya  ingin membagi pengetahuan bagaimana memurnikan bahan tambang aspal buton untuk mendapatkan bitumen  yang maksimal,langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan proses ekstraksi pada batuan tambang aspal buton.Proses ekstraksi ini menggunakan asam sulfat (H2SO4) pekat,proses ekstraksi aspal buton ini  untuk meningkatkan kandungan bitumen aspal dari 20 -30 % yang  masih fresh dari batuan tambang menjadi  55 – 60 %,Proses ekstraksi ini sudah dipastikan menggurangi massa asbuton  karena pengotor-pengotor seperti kapur akan luruh ,dan kita akan mendapatkan sebuah produk aspal buton yang mengandung bitumen sebesar 55-60 % karena kapur dan pengotor sudah hilang/terpisahkan dalam proses ekstraksi ini.

Ekstraksi aspal buton ini dilakukan dalam sebuah reaktor yang menggunakan agitator (pengaduk) dan dilengkapi blower + scrubber ,mengunakan asam sulfat pekat dan air pada komposisi 0,3 sampai 0,4 % ( w/w) input Aspal Buton ,Setelah reaksi terbentuk 3 lapisan yaitu lapisan atas/produk yang akan diambil ( bitumen materials ), lapisan air ( mengandung gypsum) dan lapisan padatan . Lapisan atas ini kemudian dicuci dalam alat pencuci menggunakan air, produk hasil pencucian disebut pure mempunyai kadar air 50 – 60 %.

Reaksi yang terjadi pada proses ekstraksi bitumen di dalam asbuton adalah sebagai berikut :

CaCO3  +  H2SO ————–    CaSO4   + CO2  + H2O

Reaksi bersifat eksotermis ,artinya reaksi mengeluarkan panas ,reaksi yang bersifat eksotermis ini didapat dari pencampuran antara air (H2O) dan asam sulfat pekat (H2SO4),dan dari reaksi  tersebut itulah kita bisa memanfaatkan untuk meluruhkan pengotor/kapur pada asbuton tersebut .Disini,saya akan menjelaskan bagaimana proses mereaksikan yang benar dan tepat agar tidak terjadi salah proses.Berikut ini langkah-langkahnya :

1.Air (H2O) wajib pertama kali diisikan sebanyak X kg dalam reaktor,jadi untuk bisa bereaksi dengan asam sulfat pekat (H2SO4) maka air harus ditaruh di reaktor pertama kali baru  (H2SO4) ditambahkan.Jangan terbalik,karena bila H2SO4 pekat dulu yang ditaruh di reaktor maka tidak bisa menimbulkan reaksi panas.

2.Setelah air sudah tertampung sebanyak X kg,baru tambahkan H2SO4  yang sudah direncanakan sebanyak X kg secara perlahan-perlahan sambil agitator/pengaduk berputar sampai timbul reaksi panas ,bila sudah timbul panas maka masukkan aspal buton yang direncanakan sebanyak X kg secara perlahan-perlahan .

3.Setelah Asbuton sebanyak X kg dan  H2SO4 sebanyak X kg sudah masuk semua,maka tinggal menunggu waktu selama X (2-3 menit ) waktu sampai reaksi terbentuk sempurna ,sebelum dikeluarkan untuk menuju ke proses pencucian atau menuju ke washer untuk mengendapkan kapur-kapur dan mengambil produk dari hasil reaktor yang kita sebut pure.

reaktor,washer

penampakan reaktor dan washer proses aspal buton

 

 

 

reactor,buton natural asphalt

reaktor

 

Reaktor menggunakan agitator berbentuk double helix,diameter reaktor 0,765 meter,tinggi reaktor 2,4 meter,tinggi agitator 1,2 meter..Reaktor menggunakan agitator double helix karena reaksi bisa lebih sempurna dibanding kan menggunakan model screw.

Hal-hal yang mempengaruhi kadar bitumen pure antara lain :

1.Pengaruh rasio H2SO4 pekat terhadap asbuton, semakin tinggi dosis asam yang digunakan maka akan semakin tinggi kadar bitumen pure yang diperoleh.

2.Pengaruh air proses yang digunakan,semakin bersih air prosesnya maka semakin besar kadar bitumen yang diperoleh,,maka sangat disarankan untuk mendirikan pabrik pengolahan aspal buton di dekat sumber air atau pabrik harus mempunyai sumber air sendiri..Dan sangat tidak disarankan untuk mensirkulasi air proses dari limbah proses ekstraksi untuk digunakan lagi dalam proses ekstraksi,karena air tersebut sudah kotor dan akhirnya akan menghambat proses ekstraksi,walaupun dalam beberapa kali sirkulasi air  limbah tersebut masih bisa digunakan.Seperti yang terjadi di PT Aston Adhi Jaya ,dimana kasusnya harus melakukan break operasi produksi (shutdown) untuk sementara setiap 1 bulan sekali karena limbah sudah terlalu kotor akibat akumalasi kapur dan gypsum yang tercampur,Hal itu semua disebabkan karena PT Aston Adhi Jaya tidak memiliki sumber air proses seperti sumur jadi harus membeli air proses

3,Pengaruh alat adukan (agitator),jadi saat ini model double helix paling tepat dibanding dengan model screw dan perbandingan hasil kadar bitumen antara double helix  dan screw pun sudah diujicoba.dengan hasil model double helix lebih efisien dalam penggunaan asam sulfat dibanding model screw,dimana bila pengaduk model screw maka banyak material asbuton yang terjebak pada bagian bawah piringan sehingga tidak dapat bereaksi sempurna. Model double helix menghasilkan rendemen yang lebih besar.Kecepatan pengadukan agitator double helix yang diterapkan dalam proses produksi PT Aston Adhi Jaya adalah 3-5 RPM

4.Kadar bitumen yang terkandung dalam raw material (bahan tambang) asbuton,yang jelas kita perlu menyeleksi raw material dengan minimum kadar bitumen sebesar 25-30 %,bila dibawah itu maka proses membutuhkan H2SO4 yang lebih banyak untuk mencapai kadar bitumen pada produk optimum sebesar 55% dan itu nanti kaitannya dengan biaya produksi .

 

Berikut ini  gambar diagram alir (dari kanan ke kiri) proses ekstraksi di PT Aston Adhi Jaya:

aspal buton,buton natural asphalt,teknik kimia,ekstraksi,asam sulfat

diagram alir proses ekstraksi aspal buton

keterangan-keterangan  alat pada diagram alir proses diatas adalah sebagai berikut :

alat-alat ekstraksi,asam sulfat,teknik kimia,diagram proses,natural asphalt,buton natural asphalt

keterangan alat-alat proses ekstraksi PT Aston Adhi Jaya

Berikut ini penjelasannya secara singkat diagram alir proses  sebagai berikut:

-Preparation Section : tambang aspal buton (raw material) dengan kadar bitumen 25-30 %  yang berbentuk bongkahan yang berukuran besar,diangkut oleh loader ke hoper 1 dimana fungsi hopper tersebut agar tambang aspal buton tidak keluar dari jalur conveyor,setelah raw material itu masuk ke crusher untuk dihancurkan menjadi lebih kecil,lalu akan tertampung di conveyor 2 untuk diumpan ke hoper 2 untuk menuju ke conveyor 3 yang siap untuk diumpan ke reaktor.Adanya 3 conveyor dalam tahap preparation section dikarenakan adanya hubungan kecepatan dan kapasitas crusher dengan laju conveyor,dan ukuran conveyor pun berbeda-beda antara conveyor 1,2 dan 3 itu juga berkaitan dengan kapasitas dan kecepatan crusher.Untuk mempercepat tahap reaksi dan pengadukan maka raw material harus diperhalus dan diperkecil ukurannya dan disamping itu agar tidak memperberat kerja double helix agitator ,oleh karena tahap preparasi ini khusus untuk memperkecil dan memperhalus raw material.

-Reacting Section : Dalam tahap reaksi ini,asam sulfat sebanyak X kg diumpan dahulu ke solven tank sebelum diumpan ke reaktor dan kita juga mengumpan air sebanyak X kg ke dalam water tank sebelum dimasukkan ke reaktor.Lalu seperti yang pernah saya jelaskan di atas bahwa air dari water tank diumpan terlebih dahulu ke dalam reaktor,tidak lupa kondisi agitator dengan kondisi berputar,setelah itu baru diumpan H2SO4 ke dalam reaktor secara perlahan-lahan  lalu setelah timbul reaksi antara air dan H2SO4 maka secara perlahan-lahan pula kita mengumpan aspal buton yang sudah diproses di preparing section, yang mana nantinya volume isi reaktor  akan mengembang setelah pengumpanan aspal buton,bila sudah mengembang maka kita bisa menambahkan air sedikit demi sedikit (air tambahan di luar dari air yang dari water tank ) sampai isi volume menyusut lagi,tunggu beberapa menit sampai terbentuk gumpalan yang berwarna hitam,lalu setelah terbentuk gumpalan hitam maka hasil reaksi siap dikeluarkan untuk menuju tahap washing section.Reaksi yang dihasilkan dari pencampuran antara air dan H2SO4 menghasilkan uap beracun oleh karena itu kita memerlukan blower dimana berfungsi untuk mempompa uap tersebut naik ke atas sambil melewati scrubber yang mana scrubber berfungsi menyemprotkan uap hasil reaksi dengan air yang diharapkan bisa mengurangi konsentrasi uap tersebut dan siap dibuang ke cerobong menuju ke atas.

-Washing Section :Dalam tahap ini hasil produk dari reaktor yang terdiri 3 lapisan ,lapisan atas  yaitu pure,lapisan tengah Gypsum,lapisan bawah pasir lempung,dituang dalam washer yang terdiri dari 2 buah.Sebelum hasil produk dituangkan ke washer maka washer harus diisi air sebanyak 50% dari volume washer,Washer berguna untuk mengendapkan lapisan gypsum dan lapisan pasir ke bawah sementara lapisan pure yang paling  atas inilah yang akan diolah lagi..Washer yang terdiri dari 2 buah berbentuk memanjang dikarenakan untuk memberi waktu agar pure bisa mengambang ke atas,sementara lapisan gypsum dan pasir mengendap ke bawah.Di permukaan atas washer terdapat sprayer-sprayer berbentuk pipa yang berlubang-lubang yang berfungsi untuk menyemprotkan air ke permukaan atas  yang membantu untuk mengendapkan pasir,dan gypsum ke permukaan bawah,air pencuci harus dikeluarkan dalam bentuk spray (semprotan) agar tidak menenggelamkan lagi pure yang sudah berada di permukaan atas.Washer 1  letaknya lebih tinggi  dibanding Washer 2,agar membantu pure untuk bisa bergerak,Walaupun setiap washer masing-masing dilengkapi alat pendayung di permukaan atas washer yang berfungsi untuk mendorong pure dari washer 1 ke washer 2 dan washer 2 ke screen yang akhirnya menuju ke conveyor untuk dikirimkan ke pure storage,Alat pendayung prinsipnya sama dengan sprayer dimana pendayung hanya menyentuh atas permukaan pure jadi hanya mendorong pure,bukan mengaduk.

Berikut ini gambar washer

buton natural asphalt,natural asphalt

Washer

 

Optimasi proses di proses ekstraksi aspal buton di PT Aston Adhi Jaya :

Input (feed) = 700 Kg aspal buton dengan kandungan bitumen 28 %

= 236 Kg H2SO4 pekat

Output = 300 Kg pure basah kandungan bitumen 55 %

= 636 Kg filer (gypsum,lempung,pasir)

 

Cukup sekian dulu membahas proses ekstraksi aspal buton,setelah melewati tahap proses ekstraksi,,pure (produk dari ekstraksi) tidak bisa langsung di proses tetapi harus dikeringkan selama beberapa jam di udara terbuka karena pure masih banyak mengandung air..Setelah melalui tahap proses ekstraksi selanjutnya adalah proses ruberisasi,yang mana saya kurang memahami proses itu dikarenakan proses ruberisasi pure diolah di manufaktur lain,Tetapi tulisan-tulisan tentang buton natural asphalt akan saya lanjutkan lagi untuk mengisi waktu saya.Berhubung proses ekstraksi asphalt buton ini baru pertama kali di dunia sehingga masih banyak kekurangan,dan tidak ada referensi tentang perancangan ini.

 

Sahabatmu,

 

Satyo

 

 

 

About satyotito

saya pernah kuliah di Universitas Diponegoro jurusan Teknik kimia angkatan 2004 ..... dengan adanya blog ini,saya ingin berbagi pandangan dan pengetahuan dari diri saya....siapa tau bermanfaat untuk teman-teman yang membaca
This entry was posted in Buton Natural Asphalt and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Mengenal Aspal Alam di Pulau Buton (2)

  1. widya says:

    thanks ya infonya bermanfaat sekali di tahun 2016 ini dimana pak presiden mengharuskan penggunaan aspal jenis ini, tapi mendesak sekali kesannya, dimana kontrak kerja sudah berjalan namun spesifikasi penggunan aspal dirubah, hmmmmm

    Like

  2. Makasih infonya, kebetulan sy lagi cari produsen aspal buton untuk material skripsi. Boleh tahu alamat PT Aston Adhi Jaya dmn? Dan produk yang dijual apakah asbuton sudah full ektraksi?

    Like

    • satyotito says:

      Saat ini PT Aston Adhi Jaya sudah tidak memproduksi lagi ekstraksi aspal buton,diakibatkan oleh keuangan dan manajemen yang buruk..vacum kegiatan pabrik..

      Terakhir kali produksi awal tahun 2014,produknya berupa slurry aspal buton yang sudah terekstraksi dengan kadar bitumen 50-60%..

      Like

  3. Vacum kegiatan pabrik untuk sementara atau seterusnya jd tidak berproduksi asbuton lg ya?
    Apa ada tempat produsen lain yg menjual produk asbuton semi ekstraksi hingga full ekstraksi di jatim?

    Like

  4. Ohh gitu.. makasih infonya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s